• MI MUHAMMADIYAH DOLOPO
  • Sekolah Generasi Cerdas

Cara Mengatasi Hasad dalam Kehidupan Seorang Muslim

Mukadimah

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya adalah hasad (dengki), yaitu tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat dan berharap nikmat itu hilang darinya. Penyakit ini pertama kali muncul pada iblis ketika ia hasad kepada Nabi Adam ‘alaihis salam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> “Jauhilah hasad, karena hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud, hasan)

Imam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata:
“Tidaklah jasad terbebas dari hasad, akan tetapi orang mulia menyembunyikannya dan orang hina menampakkannya.”
(Majmu’ Fatawa)

Maka bagaimana cara mengatasinya?
---
1. Menguatkan Ilmu dan Iman
Hasad sering muncul karena lemahnya iman terhadap takdir Allah. Padahal Allah telah membagi rezeki dan karunia sesuai hikmah-Nya.
Allah ﷻ berfirman:
> “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.”
(QS. Az-Zukhruf: 32)

Orang yang hasad berarti kurang ridha terhadap pembagian Allah. Dampaknya:
Hatinya gelisah
Tidak menerima takdir
Memecah belah kaum muslimin
Bahkan nikmat dirinya terasa hilang
Tidak disukai orang lain

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
“Hasad adalah permusuhan terhadap nikmat Allah.”
(Madarijus Salikin)
---
2. Mengingat Dampak dan Akibat Hasad
Hasad bukan hanya merusak hati, tetapi juga membahayakan akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”
Para sahabat menjawab: Orang yang tidak punya dirham dan harta.
Beliau bersabda: “Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia mencela, menuduh, dan menyakiti orang lain. Maka diberikan pahala-pahalanya kepada mereka. Jika pahalanya habis sebelum lunas, maka dosa mereka dipindahkan kepadanya.”
(HR. Muslim)

Orang yang hasad biasanya akan menggunjing, mencela, bahkan memfitnah. Akhirnya pahala berpindah kepada orang yang ia dengki.
---
3. Senantiasa Bersyukur kepada Allah
Syukur adalah obat utama hasad.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia), dan jangan melihat kepada yang di atas kalian, karena itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ada perkataan hikmah:
> “Barang siapa tidak bersyukur atas yang sedikit, maka ia tidak akan mampu bersyukur atas yang banyak.”

Namun dalam urusan ibadah, kita dianjurkan melihat yang lebih tinggi agar termotivasi meningkatkan amal.

Allah berfirman:
> “Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”
(QS. Al-Muthaffifin: 26)
---
4. Memandang Orang yang di Bawah Ketika Mendapat Nikmat Dunia
Jika kita mendapatkan nikmat harta, jabatan, atau kesehatan, maka lihatlah orang yang kurang dari kita. Ini akan melahirkan rasa syukur, bukan kesombongan.

Imam Al-Ghazali رحمه الله menjelaskan bahwa memandang yang lebih rendah dalam dunia akan memadamkan api hasad dan menumbuhkan qana’ah (merasa cukup).
---
5. Banyak Mendoakan Kebaikan untuk Orang Lain
Ini terapi yang sangat ampuh.
Jika kita merasa iri, paksa diri untuk mendoakan:
> “Ya Allah, berkahilah dia dalam nikmat yang Engkau berikan.”

Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat berkata: Aamiin, dan bagimu seperti itu.”
(HR. Muslim)
Doa akan melembutkan hati dan menghapus kebencian.
---
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hasad adalah penyakit hati yang bisa menghancurkan amal. Maka obatnya adalah:

1. Menguatkan iman dan ridha terhadap takdir.
2. Mengingat akibat buruknya di akhirat.
3. Banyak bersyukur.
4. Melihat yang di bawah dalam urusan dunia.
5. Mendoakan kebaikan bagi orang lain.

Semoga Allah membersihkan hati kita dari hasad, riya, dan penyakit hati lainnya, serta menjadikan kita hamba yang lapang dada dan penuh syukur.

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

Supriyono.
Kamad MI Muhammadiyah Dolopo

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KHUTBAH JUMAT "MENELADANI RASULULLAH ﷺ DALAM MENGISI KEMERDEKAAN"

MENELADANI RASULULLAH ﷺ DALAM MENGISI KEMERDEKAAN اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْ

31/08/2026 11:51 - Oleh Administrator - Dilihat 46 kali
Gempita Kemerdekaan RI ke-81 MI Muhammadiyah Dolopo Berakhir dengan Parade Mahkota Kemerdekaan

Dolopo – Gempita Kemerdekaan RI ke-81 MI Muhammadiyah Dolopo tahun 2026 resmi berakhir dengan kegiatan Parade Mahkota Kemerdekaan yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegia

26/08/2026 11:55 - Oleh Administrator - Dilihat 89 kali
Civitas MI Muhammadiyah Dolopo Khidmat Ikuti Upacara HUT RI ke-81

Dolopo, 17 Agustus 2026 — Seluruh civitas akademika MI Muhammadiyah Dolopo mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh kh

18/08/2026 08:14 - Oleh Administrator - Dilihat 113 kali
Hukum Merayakan HUT Republik Indonesia dan Hormat Bendera Menurut Tarjih Muhammadiyah

Setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan tersebut biasanya diisi dengan upacara bendera, penghormat

12/08/2026 08:29 - Oleh Administrator - Dilihat 304 kali
SD/MI Adalah Pondasi Pendidikan Anak: Memilih Sekolah yang Menanamkan Adab dan Tauhid yang Benar

Masa Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan fase yang sangat menentukan dalam kehidupan seorang anak. Pada jenjang inilah karakter, kebiasaan, akhlak, dan cara berpi

30/07/2026 07:57 - Oleh Administrator - Dilihat 310 kali
Sambut 1448 Hijriah, Siswa MI Muhammadiyah Dolopo 'Guncang' Jalanan dengan Cosplay Pahlawan Islam!

Madiun, 15 Juni 2026 – Hitungan jam menuju pergantian tahun baru Islam 1447 Hijriah ke 1448 Hijriah disambut dengan gemuruh kreativitas dan semangat membara di MI Muhammadiyah Dol

15/06/2026 23:24 - Oleh Administrator - Dilihat 158 kali
Semangat Puasa Arafah, 80 Persen Siswa MI Muhammadiyah Dolopo Ikut Mengamalkan Sunnah Nabi

Dolopo – Dalam rangka menyambut 9 Dzulhijjah 1447 H, MI Muhammadiyah Dolopo mengajak seluruh keluarga besar madrasah untuk melaksanakan puasa Arafah. Seruan ini ditujukan kepada s

04/06/2026 07:53 - Oleh Administrator - Dilihat 366 kali
Lepas Siswa Kelas 6, Ketua PCM Dolopo Ajak Wali Murid Jaga Pembiasaan Karakter Islami di Rumah

DOLOPO, MADIUN – Suasana haru, bangga, dan khidmat menyelimuti Aula Kampus 2 SMK Muhammadiyah 3 Dolopo, Dusun Ngendel, Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo. Pada Sabtu, 23 Mei 2026,

24/05/2026 21:10 - Oleh Administrator - Dilihat 371 kali
Puasa Tarwiyah Menurut Muhammadiyah: Lebih Tepat Niat Puasa Tarwiyah atau Puasa Dzulhijjah?

Menjelang Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk puasa sunnah pada awal bulan Dzulhijjah. Di tengah masyarakat sering muncul pertanyaan: apakah ada puasa khus

24/05/2026 19:57 - Oleh Administrator - Dilihat 1233 kali
Mengapa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Sering Terlupakan? Padahal Ini Waktu Paling Dicintai Allah!

Mengapa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Sering Terlupakan? Padahal Ini Waktu Paling Dicintai Allah! Oleh: Supriyono Alhamdulillah, saat ini kita telah memasuki bulan Dzulhijjah 1447 H. Bul

18/05/2026 13:40 - Oleh Administrator - Dilihat 464 kali